Selasa, 25 Oktober 2011

KONFLIK ORGANISASI

·         Pengertian Konflik
Konflik  secara umum adalah suatu masalah yang muncul akibat sesuatu kesalahan yang diperbuat oleh sesorang dengan orang lain dan menimbulkan keributan . Sedangkan konflik Secara sosiologis,yaitu konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

·         Jenis dan Sumber Konflik
Jenis-jenis konflik :
a.     konflik antara atau dalam peran sosial misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi
  1. Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
  2. Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
  3. Koonflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
  4. Konflik antar atau tidak antar agama
  5. Konflik antar politik.
Sumber-sumber konflik :
Sumber konflik dalam organisasi dapat ditelusuri melalui Konflik individu, Konflik antarindividu, Konflik antarkelompok ,ataupun Konflik antar individu dengan kelompok.


Faktor-faktor yang menyebabkan sebuah konflik :

a. Faktor komunikasi
Faktor komunikasi yaitu dimana individu satu dengan yang lainnya tidak dapat menjalin komunikasi dengan baik yang dikarenakan kesalahpahaman antar individu serta ketidaksamaan pendapat dalam kamunikasi yang pada akhirnya menimbulkan sebuah konflik
b. Faktor struktur tugas maupun struktur organisasi
Hal ini terjadi jika dimana suatu tugas maupun struktur organisasi tidak sesuai dengan apa yang diingkan dan selain itu hal ini terjadi karena suatu struktur organnisasi tersebut tidak memngikuti aturan yang ada dan struktur tugas yang dibagikan tidak sesuai dengan kemampuan masing-masing individu maka terjadilah konflik .

c. Faktor yang bersifat personal
Hal ini terjadi karena kesalahan seseorang individu terhadap suatu organisasi sosial,dimana karena ia melakukan kesalahan yang berakibat fatal bagi organisasi tersebut ,maka karena itu teradilah konflik antara individu tersebut dengan sebuah organisasi sosial tersebut.
d. Faktor lingkungan
Faktor lingkunngan juga bisa menjadi sumber konflik karena dimana suatu lingkungan tersebut akan mempengaruhi keadaan yang di sekitarnya . Jika lingkungan tersebut tidak menimbulkan kesalapahaman terhadap organisasi maka konflik tidak terjadi namum jika lingkungan di sekitarnya menimbulkan kesalahpahaman dan ketidaknyamanan bagi suatu organisasi sosial maka mau tidak mau lama kelamaan konflik pun akan datang .
·         Strategi Penyelesaian Konflik
Banyak strategi yang dapat menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi dalam masyarakat maupun dalam suatu organisasi sosial walaupun membutuhkan proses tetapi apabila dijalankan dengan benar maka lama kelamaan konflik pun akan seesai . Berikut ini beberapa strategi dalam menyalesaikan konflik :
a.       Menjalin komunikasi yang baik terhadap antar individu di lingkungan masyarakat maupun lingkungan organisasi sosial
b.      Membuat struktur organisasi yang baik dan sesuai dengan kemampuan para individu sehingga tidak ada kecemburuan antara yang satu dengan yang lainnya .
c.       Menjalin hubungan baik antar setiap individu
d.      Menghormati dan dapat menjaga suatu organisasi sosial yang ada
e.       Dapat menghadapi masalah dengan kepala dingin
f.       Menjalin hubungan baik di lingkungan sekitar sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman .

·         Motivasi
Motivasi adalah suatu semangat yang diberikan agar dapat mengerjakan suatu pekerjaan dengan baik dan memperoleh hasil serta tujuan yang diinginkan . Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan . Dengan adanya motivasi tersebut maka dapat menuntun seorang individu untuk mencapai tujuannya .
Selain itu motivasi adalah merupakan suatu keinginan, hasrat untuk penggerak dalam diri suatu individu, motivasi berhubungan dengan faktor psikologi manusia yang mencerminkan antara sikap, kebutuhan, dan kepuasan yang terjadi pada diri manusia yang diluar diri seseorang ditimbulkan oleh pimpinan. Motivasi mempersoalkan bagaimana cara mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerjasama secara produktif sehingga dapat mencapai dan mewujudkan tujuan suatu organisasi yang telah ditentukan. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung prilaku individu supaya mau bekerja sama secara giat sehingga mencapai hasil yang optimal. Suatu organisasi dapat berkembang dengan baik dan mampu mencapai tujuannya, karena didasari oleh motivasi.
·         Teori Organisasi

A. TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW (1943-1970)

Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.
 
a. Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
b. Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
c. Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
d. Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
e.Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)

Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.


B. TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966)
Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).

C. TEORI MOTIVASI DOUGLAS McGREGOR
Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer
a.       karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja
b.      karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
c.       Karyawan akan menghindari tanggung jawab.
d.      Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.

Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :
  1. karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.
  2. Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran.
  3. Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.
  4. Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.

D. TEORI MOTIVASI VROOM (1964)
Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:
• Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
• Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).
• Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan


E. Achievement TheoryTeori achievement Mc Clelland (1961),
 yang dikemukakan oleh Mc Clelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu:
• Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
• Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)
• Need for Power (dorongan untuk mengatur)


F. Clayton Alderfer ERG
 Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth). Teori ini sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka individu akan kembali pada gerakk yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke situasi.

2 komentar: